Chaerunasa Barryan Setya Rizky Chaerunasa Barryan Setya Rizky™: STRUKTUR ORGANISASI PADA PERUSAHAAN

STRUKTUR ORGANISASI PADA PERUSAHAAN

NAMA : CHAERUNASA BARRYAN SETYA RIZKY
KELAS: 2DB22
NPM : 31109659

Struktur adalah bagian yang mempunyai hubungan satu sama lain, atau bagaimana cara bagian itu dihubungkan. Struktur adalah salah satu sifat fundamental bagi setiap system. Identifikasi sebuah struktur adalah sebuah hal yang subjektif.

Pendapat dari Professor Benny H Hoed, struktur adalah sebuah bangunan yang terdiri dari unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain di dalam sebuah kesatuan.

Sifat dari struktur adalah Totalitas, Transformatif dan Otoregulatif.

Strategi dan pola pembentukan struktur terdiri dari :

Struktur Sederhana

Struktur ini terbentuk ketika pemilik manajer membuat sebuah keputusan yang penting dan langsung mengawasi semua kegiatan yang berlangsung, namun untuk mempertahankan struktur seperti ini agak sulit ketika sebuah perusahaan mulai tumbuh dalam hal ukuran dan muncul berbagai kompleksitas.

Struktur Fungsional

Kegiatan ini satu tingkat diatas struktur sederhana, cocok digunakan untuk perusahaan dengan usaha yang tunggal dan dominan. Biasanya struktur seperti ini di gunakan pada divisi-divisi: produksi, keuangan, teknik, akuntansi, sales dan pemasaran.

Menggunakan struktur seperti ini dapat mengatasi keterbatasan dalam suatu proses informasi pemilik atau manajer tunggal. Disini kepala bagian fungsional bertanggung jawab langsung kepada CEO yang kemudian dapat menghasilkan keputusan dan tindakan dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan.

Namun struktur ini mempunyai kelemahan, yaitu resiko konflik antar tugas manajer semakin tidak jelas.

Kelebihan Struktur Fungsional :
Pencapaian efisiensi melalui spesialisasi
Membedakan dan mendelegasikan keputusan operasi harian
Mempertahankan pengendalian secara sentralistik
Dapat mengaitkan struktur dengan strategi secara ketat dengan cara mendesain aktivitas kunci secara terpisah

Kerugian dari struktur Fungsional:
Dapat mendorong spesialisasi yang sempit dan mempunyai potensi menciptakan persaingan sekaligus konflik fungsional
Menimbulkan kesulitan dalam koordinasi fungsional atau pengambilan keputusan
Membatasi general manager
Mempunyai potensi yang kuat dalam menciptakan konflik lintas fungsional karena adanya skala prioritas pada fungsi tertentu dan bukan secara keseluruhan

Struktur Multi Divisional

Di dalam struktur ini, masing-masing divisi beroperasi sebagai usaha yang terpisah. Sesuai digunakan di dalam related divisive business. Di dalam pelaksanaannya manajer perusahaan bertugas untuk memanfaatkan sinergi antar divisi. Manajer dapat menggabungkan pengawasan strategi dan juga keuangan.

Manajer akan berusaha untuk menemukan keseimbangan di antara persaingan antar divisi untuk memperoleh sumber capital yang langka yang dapat menciptakan peluang kerja sama untuk saling mengembangkan sinergi yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu : memaksimalkan kinerja keseluruhan perusahaan.
Struktur akan berkembang bersama dengan:

Perubahan strategi
Derajat diversifikasi
Cakupan Geografis
Sifat persaingan
Evolusi Struktur Multi Division

Strategi Internasional Transnasional dapat memungkinkan anda menggunakan struktur dan kemudian menghasilkan perhatian terhadap struktur geografis dan produk.

Empat elemen penting yang terdapat di perusahaan :

Adanya Spesialis Kegiatan Kerja
Adanya Koordinasi Kegiatan Kerja
Adanya Standarisasi Kegiatan Kerja
Besaran Seluruh Organisasi
Struktur pengendalian intern adalah sebuah kebijakan dan sebuah prosedur yang sudah ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang sesuai dengan tujuan satuan usaha yang spesifik yang dapat dicapai

Struktur pengendalian intern satuan usaha terdiri dari tiga struktur:

Lingkungan pengendalian
Sistem akuntansi
Prosedur pengendalian
Dengan melakukan pemilihan dan menentukan struktur organisasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini akan membuat pencapaian tujuan perusahaan lebih terarah.

Selain itu jika struktur organisasinya jelas dan baik makan akan diketahui sampai dimana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki seseorang, apakah sudah sesuai atau tidak. Jika sebuah perusahaan menerapkan sebuah struktur organisasi fungsional yang menggabungkan semua orang agar dapat terlibat di dalam suatu aktifitas yang di sebut fungsi dalam satu group.

No comments:

Post a Comment